ZAMAN
GLOBALISASI, MASIHKAH DIBUTUHKAN GURU?
Oleh: Afrina Letti
Pemerhati Pendidikan dari Koto Baru, Kab. Dharmasraya
Globalisasi
adalah Suatu proses dimana antar individu , antar kelompok dan antar negara
berinteraksi , bergantung , terkait dan mempengaruhi satu sama lain yang
melintasi batas negara dalam banyak hal. Globalisasi merupakan peningkatan saling ketergantungan
antar negara di dunia, bahwa tidak ada negara yang mampu hidup sendiri tanpa
bantuan negara lain.
Seorang
guru merupakan orang yang berpengetahuan luas, memiliki cahaya yang menerangi kehidupan
manusia, musuh kebodohan dan pengganti kejahiliyahan. Seorang guru tidak hanya
mencerdaskan akal dengan berbagai ilmu pengetahuan, namun juga mencerahkan akhlak
dengan tingkah lakunya sehingga pantas disebut sebagai guru, orang yang akan
digugu dan ditiru. Seorang guru ibarat juga ibarat nakhoda kapal yang sangat
piawai menyetir kemudi kapal dan mengantarkan semua penumpang ke pulau impian.
Guru bagaikan mercusuar yang memberikan arah di malam hari, bagai pelita yang
akan menerangi dikegelapan.
Guru adalah roh dari proses
pendidikan, yang merupakan elemen utama dalam sistem pendidikan. Guru merupakan
individu yang selalu dibutuhkan meskipun teori-teori modern telah ditemukan dan
banyak media baik cetak maupun elektronik yang bisa dijadikan sebagai tempat
untuk menuntut ilmu. Guru adalah orang yang selalu dekat dengan keutamaan yang
memberikan suri teladan, menasehati orang lain dengan kebaikan dan hikmah. Karena jika ilmu yang diperoleh tidak
dimanfaatkan dengan baik akan bisa menjadi laknat atau mudharat, sedangkan
hikmah akan selalu memberikan kebaikan dan kemanfaatan. Sedangkan perangkat
tekhnologi lain hanya sebagai alat pelengkap dari sumber ilmu karena tidak
merasa, tidak berpikir, tidak menghargai dan masih membutuhkan penjelasan.
Seorang guru profesional harus
merasa dirinya penerus risalah Rasullah dengan melaksanakan urgensinya untuk
melanjutkan tugas rasul sebagai khalifah Allah dan penyampai risalah dimuka
bumi. Kemuliaan seorang guru disebabkan oleh tugas-tuganya yang mulia,
pandangan yang luas tentang ilmu yang diberikannya, pembelaannya terhadap
kebenaran, seruannya untuk menjaga kesucian hati dan jiwa serta menjaga dan
membela misi pendidikan. Guru yang akan menyebabkan kesuksesan masyarakat
sehingga bisa memberikan kemajuan pada kehidupan masyarakat. Gurulah ujung
tonggak penyebab kemenangan maupun kekalahan umat dalam pertempuran. Penentu
maju mundurnya pendidikan di dunia ini. Generasi masa depan negara berada di
hadapan guru. Meskipun saat ini otonomi daerah sedang berjalan namun untuk
pendidikan masih harus dipandang secara global, sehingga kualitas pendidikan suatu
daerah harus sebanding dengan daerah lain di Indonesia.
Oleh karenanya guru yang tugas
utamanya mendidik dan membina merupakan profesi yang harus dipersiapkan
terlebih dahulu dengan persiapan khusus. Karena pendidikan berhubungan dengan
manusia, yang akan mencetak kepribadian manusia sehingga digunakan seumur hidupnya
bahkan diwariskan pada generasi sesudahnya. Guru merupakan sumber informasi
utama bagi siswanya. Oleh karena itu seorang guru disamping menguasai bidang
ilmu yang akan diajarkannya juga mesti memahami
dan mendalami budaya masyarakat dimana dia melaksanakan tugasnya. Sehingga akhirnya dia mampu menyiapkan
generasi berilmu dan masyarakat yang berakhlak mulia. Apapun bidang studi yang
diajarkannya, seorang guru tetap harus menjadikan dirinya layak untuk disebut
guru yang akan digugu dan ditiru oleh sekelilingnya.
Jadi
seiring majunya ilmu pengetahuan dan tekhnologi maka guru juga harus semakin
menambah pengetahuannya agar perannya tidak tergantikan oleh tekhnologi. Hal
ini sangat sesuai dengan fiman Allah dalam surat an-Nahl ayat 125 yang artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah
yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah
yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. Maka sudah menjadi keharusan bagi para
guru agar senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuannya dengan terus belajar.
Belajar tidak harus di lembaga pendidikan formal, tapi bisa juga dari alam.
Dalam falsafah adat minangkabau kita mengenal “alam takambang jadi guru”. Oleh karena itu para guru jangan pernah
merasa bosan untuk belajar meningkatkan ilmu pengetahuannya.
Jika siswanya sudah menguasai
tekhnologi komunikasi yang canggih dengan menggunakan berbagai jenis smart
phone, maka seorang guru juga harus melek tekhnologi jika ingin tetap eksis
dimata siswanya. Jangan lagi ada guru yang gaptek (gagap tekhnologi) dan tidak
tahu cara menggunakan internet. Sudah menjadi keharusan bagi seorang guru untuk
lebih update dari siswanya jika ingin menjadi idola bagi siswanya. Guru
harus menyadari bahwa mereka mempersiapkan siswa untuk masa yang akan datang
yang sudah sangat jauh berbeda dengan masa yang di hadapinya sekarang. Sehingga
bekal ilmu yang harus diberikan pada siswanya juga sangat berbeda dengan apa
yang telah diterimanya dahulu.
No comments:
Post a Comment