Sunday, 6 December 2015

artikel di Tabloid Wahana Media 31 Agustus 2014

ZAMAN GLOBALISASI, MASIHKAH DIBUTUHKAN GURU?
Oleh: Afrina Letti
Pemerhati Pendidikan dari Koto Baru, Kab. Dharmasraya

Globalisasi adalah Suatu proses dimana antar individu , antar kelompok dan antar negara berinteraksi , bergantung , terkait dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara dalam banyak hal. Globalisasi  merupakan peningkatan saling ketergantungan antar negara di dunia, bahwa tidak ada negara yang mampu hidup sendiri tanpa bantuan negara lain.
Seorang guru merupakan orang yang berpengetahuan luas, memiliki cahaya yang menerangi kehidupan manusia, musuh kebodohan dan pengganti kejahiliyahan. Seorang guru tidak hanya mencerdaskan akal dengan berbagai ilmu pengetahuan, namun juga mencerahkan akhlak dengan tingkah lakunya sehingga pantas disebut sebagai guru, orang yang akan digugu dan ditiru. Seorang guru ibarat juga ibarat nakhoda kapal yang sangat piawai menyetir kemudi kapal dan mengantarkan semua penumpang ke pulau impian. Guru bagaikan mercusuar yang memberikan arah di malam hari, bagai pelita yang akan menerangi dikegelapan.
            Guru adalah roh dari proses pendidikan, yang merupakan elemen utama dalam sistem pendidikan. Guru merupakan individu yang selalu dibutuhkan meskipun teori-teori modern telah ditemukan dan banyak media baik cetak maupun elektronik yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Guru adalah orang yang selalu dekat dengan keutamaan yang memberikan suri teladan, menasehati orang lain dengan kebaikan dan hikmah.  Karena jika ilmu yang diperoleh tidak dimanfaatkan dengan baik akan bisa menjadi laknat atau mudharat, sedangkan hikmah akan selalu memberikan kebaikan dan kemanfaatan. Sedangkan perangkat tekhnologi lain hanya sebagai alat pelengkap dari sumber ilmu karena tidak merasa, tidak berpikir, tidak menghargai dan masih membutuhkan penjelasan.
            Seorang guru profesional harus merasa dirinya penerus risalah Rasullah dengan melaksanakan urgensinya untuk melanjutkan tugas rasul sebagai khalifah Allah dan penyampai risalah dimuka bumi. Kemuliaan seorang guru disebabkan oleh tugas-tuganya yang mulia, pandangan yang luas tentang ilmu yang diberikannya, pembelaannya terhadap kebenaran, seruannya untuk menjaga kesucian hati dan jiwa serta menjaga dan membela misi pendidikan. Guru yang akan menyebabkan kesuksesan masyarakat sehingga bisa memberikan kemajuan pada kehidupan masyarakat. Gurulah ujung tonggak penyebab kemenangan maupun kekalahan umat dalam pertempuran. Penentu maju mundurnya pendidikan di dunia ini. Generasi masa depan negara berada di hadapan guru. Meskipun saat ini otonomi daerah sedang berjalan namun untuk pendidikan masih harus dipandang secara global, sehingga kualitas pendidikan suatu daerah harus sebanding dengan daerah lain di Indonesia.
            Oleh karenanya guru yang tugas utamanya mendidik dan membina merupakan profesi yang harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan persiapan khusus. Karena pendidikan berhubungan dengan manusia, yang akan mencetak kepribadian manusia sehingga digunakan seumur hidupnya bahkan diwariskan pada generasi sesudahnya. Guru merupakan sumber informasi utama bagi siswanya. Oleh karena itu seorang guru disamping menguasai bidang ilmu yang akan diajarkannya juga mesti  memahami dan mendalami budaya masyarakat dimana dia melaksanakan tugasnya.  Sehingga akhirnya dia mampu menyiapkan generasi berilmu dan masyarakat yang berakhlak mulia. Apapun bidang studi yang diajarkannya, seorang guru tetap harus menjadikan dirinya layak untuk disebut guru yang akan digugu dan ditiru oleh sekelilingnya.
Jadi seiring majunya ilmu pengetahuan dan tekhnologi maka guru juga harus semakin menambah pengetahuannya agar perannya tidak tergantikan oleh tekhnologi. Hal ini sangat sesuai dengan fiman Allah dalam surat an-Nahl ayat 125 yang artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.  Maka sudah menjadi keharusan bagi para guru agar senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuannya dengan terus belajar. Belajar tidak harus di lembaga pendidikan formal, tapi bisa juga dari alam. Dalam falsafah adat minangkabau kita mengenal “alam takambang jadi guru”. Oleh karena itu para guru jangan pernah merasa bosan untuk belajar meningkatkan ilmu pengetahuannya.

            Jika siswanya sudah menguasai tekhnologi komunikasi yang canggih dengan menggunakan berbagai jenis smart phone, maka seorang guru juga harus melek tekhnologi jika ingin tetap eksis dimata siswanya. Jangan lagi ada guru yang gaptek (gagap tekhnologi) dan tidak tahu cara menggunakan internet. Sudah menjadi keharusan bagi seorang guru untuk lebih update dari siswanya jika ingin menjadi idola bagi siswanya. Guru harus menyadari bahwa mereka mempersiapkan siswa untuk masa yang akan datang yang sudah sangat jauh berbeda dengan masa yang di hadapinya sekarang. Sehingga bekal ilmu yang harus diberikan pada siswanya juga sangat berbeda dengan apa yang telah diterimanya dahulu.

No comments:

Post a Comment